III. METODE PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode
survey yaitu pengamatan atau penyelidikan yang kritis untuk mendapatkan
keterangan yang baik terhadap suatu persoalan tertentu di dalam daerah atau
lokasi tertentu, atau suatu studi ektensif yang difolakan untuk memproleh
informasi-informasi yang dibutuhkan (Daniel, 2003).
Jenis penelitian ini tergolong dalam
penelitian deskriftif, untuk melukiskan dan menggambarkan secara sistimatis
atau karateristik tertentu secara faktual dan cermat (Sugiyono 2008).
3.2. Waktu dan Tempat Penelitian
3.2.1. Waktu
penelitian
Penelitian ini dilaksanakan
selama 20 hari dari tanggal 10 Maret
sampai 30 Maret 2009 .
3.2.2. Tempat
penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada 6 unit pemukiman transmigrasi (desa)
pada 6 kecamatan di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur.
3.3. Pemilihan Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian diambil secara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa unit pemukiman
transmigrasi tersebut merupakan penerima program bantuan Sapi Bali dari sumber dana APBD II pada tahun
2005. Untuk lebih jelas nama-nama unit pemukiman transmigrasi yang menjadi
lokasi penelitian dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2. Lokasi penelitian.
|
NO
|
KECAMATAN
|
UPT/DESA
|
JML.
PENGGADUH
|
JML.TERNAK
|
|
|
JTN
|
BTN
|
||||
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
|
Segah
Sambaliung
Teluk Bayur
Tubaan
Talisayan
Batu Putih
|
Pandan Sari
Tumbit Dayak
Labanan Makarti
Harapan Maju
Campur Sari
Kayu Indah
|
17
17
17
17
17
17
|
3
3
3
3
3
3
|
34
34
34
34
34
34
|
|
|
JUMLAH
|
|
102
|
18
|
204
|
3.4. Pemilihan Sampel Responden
Responden dalam penelitian ini
diambil secara sensus dengan pertimbangan lama pemeliharaan sapi sesuai dengan
surat perjanjian kontrak gaduhan yang telah disepakati. Metode sensus dikenal
juga sebagai metode pencacah lengkap, artinya semua individu yang ada dalam
populasi dicacah sebagai responden (Daniel, 2003).
3.5. Definisi Operasional dan Konsep Pengukuran
Variabel
3.5.1. Dampak
program bantuan pemerintah
1.
Program bantuan ternak Sapi Bali yaitu bentuk
program yang diterima oleh peternak.
2.
Pihak pemberi program yaitu instansi sumber
modal program adalah pemerintah.
3.
Ketentuan program bantuan yaitu
ketentuan-ketentuan yang disepakati bersama oleh kedua belah pihak (pemberi
program bantuan dan peternak) terutama ketentuan bagi hasil dari program yang
dijalankan.
4.
Harga
bakalan adalah nilai ternak pada
awal pemeliharaan yang telah ditetapkan oleh standar harga pemerintah (dalam
rupiah).
5.
Program pembibitan yaitu suatu program yang
bertujuan untuk menghasilkan anak, dengan sistem peternak menerima sejumlah
ternak sapi betina untuk dikembangkan
selama periode waktu tertentu.
6.
Jumlah peternak penggaduh adalah banyaknya peternak
yang menggaduh ternak Sapi Bali program bantuan pemerintah dalam satuan orang.
7.
Jumlah Sapi Bali gaduhan yaitu banyaknya sapi yang
diterima oleh penggaduh atau
banyaknya ternak sapi yang
didistribusikan dari program bantuan pemerintah dalam satuan ekor.
8.
Jumlah peternak pemilik Sapi Bali yaitu
banyaknya peternak yang memiliki Sapi
Bali setelah memenuhi kewajibannya sebagai penggaduh ternak kepada pemerintah dalam satuan orang.
9.
Jumlah ternak pribadi yaitu banyaknya ternak
yang menjadi hak milik peternak setelah peternak penggaduh menyetorkan ternak
induknya setelah beranak kepada pemerintah dalam satuan ekor.
10. Jumlah
pengembalian ternak induk yaitu jumlah
induk yang dikembalikan kepada pihak pemberi program bantuan sapi bibit pada
tahun yang ditentukan dalam ekor.
3.5.2. Tingkat produktivitas Sapi Bali gaduhan
1.
Produktivitas Ternak, dapat diukur dari
penampilan sifat-sifat produksi dan reproduksinya
yang dicerminkan pada proporsi yang terdiri dari jantan dan betina afkir
ditambah jantan dan betina muda sisa pengganti.
2.
Service per Conception (S/C) adalah jumlah
perkawinan untuk satu kebuntingan.
3.
Angka kelahiran yaitu jumlah ternak yang lahir
per tahun dibagi dengan betina dewasa atau populasi dikalikan 100 %.
4.
Panen pedet angka sapih yaitu dihitung dari
jumlah anak yang disapih dalam setahun dibagi dengan jumlah betina dewasa dan
atau populasi dikalikan 100%.
5.
Angka kematian yaitu jumlah ternak (anak, muda dan dewasa)
yang mati dalam setahun dibagi dengan jumlah populasi dikalikan 100 %.
6.
Natural increase (NI) adalah perkembangan
populasi ternak yang diukur dengan jumlah kelahiran dikurangi kematian.
7.
Net Replacement Rate (NRR) adalah jumlah anak
betina yang lahir dan dapat hidup pada umur tertentu, dibagi dengan kebutuhan
ternak betina pengganti setiap tahun dikalikan
100 %.
8.
Angka kemajiran adalah jumlah ternak jantan
kebiri dan betina yang tidak mampu menghasilkan keturunan.
9.
Struktur populasi adalah proporsi ternak berdasarkan
umur dan jenis kelamin yang diukur dalam persen.
3.5.3. Pendapatan
peternak penggaduh
1.
Biaya pemeliharaan yaitu biaya tunai yang dikeluarkan oleh peternak selama pemeliharaan
dari sapi program bantuan diukur dalam satuan rupiah.
2.
Nilai penerimaan yaitu keseluruhan nilai penerimaan sebelum
dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan oleh peternak (dalam rupiah).
3.
Nilai keuntungan/pendapatan yaitu nilai
penerimaan peternak setelah dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan peternak (dalam
rupiah).
3.6. Sumber dan Jenis Data
Data
yang dikumpul dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data
primer diperoleh dari hasil wawancara langsung dengan responden yang berpedoman
pada daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan. Data sekunder diproleh
dari instansi terkait seperti kantor statistik, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi, kantor desa dan pustaka lainnya yang berhubungan dengan
penelitian ini.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara :
1.
Wawancara yaitu wawancara langsung dengan
responden yang berpedoman pada daftar
pertanyaan yang telah disiapkan.
2.
Pencatatan yaitu pengumpulan informasi yang
berhubungan dengan permasalahan yang diteliti dengan mencatat data yang
tersedia pada intansi.
3. Observasi,
yaitu mengadakan pengamatan langsung pada responden untuk menyesuaikan data dan
informasi yang diproleh terutama data primer.
3.7. Analisis Data
Dalam upaya
mewujudkan tujuan penelitian, ini maka data yang terkumpul di tabulasi dan
diolah menurut katagorinya dan selanjutnya dianalisis dengan model analisis
yang sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu:
3.7.1. Dampak
program bantuan pemerintah
Berdasarkan surat perjanjian gaduhan (Distannak 2005) dari 102 peternak penggaduh Sapi
Bali bantuan pemerintah, maka selama 3 tahun paling tidak terdapat 102 peternak pemilik, dan 102 peternak
penggaduh baru dari Sapi Bali hasil setoran atau redist. Jika data hasil pengamatan pada saat
penelitian tidak sesuai, maka diperkirakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi dampak
program bantuan pemerintah terhadap status pemilikan Sapi Bali dari peternak penggaduh menjadi
peternak pemilik pada pemukiman transmigrasi di Kabupaten Berau.
Faktor-faktor tersebut selanjutnya ditabulasi menurut jenisnya,
kemudian dihitung rata-rata, persentase dan standar deviasinya (Sugiyono,
2008). Interpretasi data yang diproleh dilakukan analisa deskriftif
3.7.2. Tingkat produktivitas Sapi Bali gaduhan
Untuk mengetahui
tingkat produktivitas Sapi Bali gaduhan program
bantuan pemerintah dari semua responden maka
varameter teknis yang diamati adalah :
1. Umur
kawin I
2. Service
per Conception.
3. Lama
bunting
4. Umur
melahirkan I
5. Angka
kelahiran
6. Estrus
postpartus
7. Panen
pedet/angka sapih
8. Jangka
beranak
9.
Angka kemajiran
10. Angka
kematian
11. Natural
increase
12. Sex
ratio
13. Net
replacement rate (NRR).
14. Struktur
populasi ternak
Data
yang terkumpul ditabulasi menurut jenisnya, kemudian dihitung rata-rata,
perentase dan standar deviasinya (Sugiyono, 2008). Interpretasi data yang
diproleh dilakukan analisa deskriftif.
3.7.3.
Tingkat
pendapatan peternak penggaduh
Pada umumnya usaha peternakan adalah
untuk memaksimalkan pendapatan atau keuntungan secara matematis dapat di
rumuskan sebagai berikut (Rahim dan Hastuti, 2007 ; Soekartawi, 1995).
Perhitungan terhadap tingkat pendapatan
peternak penggaduh hanya dilakukan terhadap
responden yang memelihara ternak dari
awal penyebaran ternak bantuan sampai akhir penelitian (responden yang tidak
menjual sapi gaduhan ) :
1.
Pendapatan bersih usaha tani.
Pd = TR - TC
Pd = Pendapatan usaha tani
TR = Total penerimaan
TC = Total biaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar