V.
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Terbatas pada
hasil penelitian dan pembahasan dari analisis penelitian maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut :
1.
Program gaduhan Sapi Bali bantuan
pemerintah pada pemukiman transmigrasi di Kabupaten Berau dapat memberikan
dampak sebesar 41,44 % terhadap status pemilikan ternak pribadi. Dampak gaduhan
sapi betina dari jumlah anak yang siap dimiliki sebesar 39,94 % sedangkan
dampak dari nilai pendapatan gaduhan
sapi jantan sebesar 4,50 %.
2.
Program gaduhan Sapi Bali bantuan
pemerintah pada pemukiman transmigrasi di Kabupaten Berau dapat memberikan
dampak sebesar 41,44 % terhadap jumlah gaduhan ternak baru (ternak gaduhan
periode II) dari jumlah induk sapi yang
siap setor dan penggantian sapi pejantan
oleh pemerintah jika dilelang. Sedangkan terhadap jumlah penggaduh baru dapat
memberikan dampak sebesar 40,20 % dengan pola gaduhan yang sama yaitu 2 ekor
betina serta 1 ekor jantan dan 2 ekor betina.
3.
Rata-rata pendapatan per ekor per tahun pada penggaduh yang hanya
memelihara ternak betina lebih rendah dibanding dengan penggaduh yang
memelihara ternak betina dan jantan. Hal ini disebabkan karena penggaduh tidak
mendapat bagian dari nilai pertumbuhan
ternak betina (pertumbuhan dari sapi muda menjadi sapi
dewasa), produktivitas dari ternak gaduhan betina masih relatif rendah akibat kegagalan
reproduksi dibanding dengan ternak jantan dan nilai jual ternak jantan lebih
tinggi pada umur yang sama.
4.
Produktivitas Sapi Bali gaduhan pada
pemukiman transmigrasi di Kabupaten Berau masih rendah. Dilihat dari aspek
reproduksi angka kelahiran sebesar 31,48 %
dari total populasi, Angka
kegagalan reproduksi cukup tinggi sebesar
19,08 % dari total populasi, dengan
pertumbuhan alami sebesar 27,06 % dan
angka sapih sebesar 12,65% dari populasi. Dinilai dari net replacement rate (NRR) dari
jumlah populasi, maka untuk sapi betina NRR-nya
didapati sebesar 156,43 %.
5.2. Saran
Meskipun
program gaduhan Sapi Bali bantuan pemerintah pada pemukiman transmigrasi di
Kabupaten Berau memberi dampak terhadap status pemilikan ternak namun dampaknya
masih kecil yaitu 41,44% yang disebabkan akibat tingkat produktivitas ternak masih
rendah, karena itu hasil penelitian ini merekomendasikan saran sebagai berikut
:
1.
Pembinaan peternak penggaduh pada
pemukiman transmigrasi di Kabupeten Berau diharapkan tidak hanya berdasarkan
orientasi proyek, tetapi lebih mengarah pada pembinaan yang sifatnya
berkelanjutan. Diperlukan adanya
kegiatan pembinaan dan monitoring secara intensif dari intansi terkait
terhadap seluruh kegiatan yaitu mulai
dari pembentukan dan pembinaan kelompok ternak, penerapan intensifikasi dan teknologi peternakan dalam upaya
peningkatan produktivitas ternak dan pendapatan penggaduh.
2.
Kurangnya dampak program gaduhan Sapi Bali
terhadap status pemilikan ternak dan rendahnya produktifitas ternak gaduhan
akibat pemerintah sendiri tidak mampu memenuhi kesepakatan yang telah
dituangkan dalam surat perjanjian gaduhan ternak sapi. Ada beberapa kesepakatan
yang tidak dapat direalisasikan oleh
pemerintah yaitu : penyebaran ternak awal yang tidak sesuai dengan kesepakatan,
pembinaan yang kurang berkelanjutan setelah proyek, penggantian ternak mati dan
pelelangan ternak betina yang megalami kegagalan reproduksi juga belum
terealisasi. Dalam upaya meningkatkan dampak program bantuan dan produktivitas
ternak gaduhan maka pemerintah diharapkan dapat memberikan pembinaan dan
penyuluhan yang berkelanjutan baik terhadap aspek kelembagaan kelompok tani maupun aspek teknis yang meliputi produksi dan
reproduksi. Serta secepatnya mengambil tindakan dalam penyelesaian masalah yang
dihadapi oleh penggaduh sehingga program gaduhan Sapi Bali bantuan pemerintah
dapat berjalan sesuai tujuan proyek.
3.
Khusus pada kasus yang terjadi pada lokasi
penelitian karena ternak awal tidak sesuai surat perjanjian kontrak gaduhan
ternak, disarankan pola gaduhan dirubah dengan pola 1 ekor induk dikembalikan
kepada pemerintah setelah penggaduh memperoleh 2 dua anak umur 8 bulan (turunan
I dan II yang hidup), ditambah dengan nilai pertambahan berat badan (pertumbuhan
betina muda menjadi betina dewasa) .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar